pendidikan yang ideal agama atau sains atau sain agama yang mesti terpikir adalah konsep "pembaruan pendidikan agama dalam konteks kekinian yang memang agama masih dipandang sistem ritual dan di pandang ampuh dalam melaksanakan penghimpunan suara politik suatu partai bagaimana konsep pendidikan islam ideal ? bagaimana Cak Nur memandang?
a) Pengembangan Intelektual
pemikiran seorang merupakan bagian integral dari sejarah kehidupannya. Demikian pula halnya dengan pemikiran seseorang yang tidak bisa dilepaskan dari situasi dan kondisi yang mengintarinya. Demikian pula dengan pemikiran saya tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik yang mengintarinya.
b) Paradigma Pemikiran
Kunci untuk memahami pandangan dunia atau kerangka filosofis pemikiran Madjid ialah dengan membuka pandangannya terhadap kitab suci al-Qur’an dari sisi inspirasi, sifat dan tujuannya. Hal ini dikarenakan karakteristik khas pandangan Madjid terhadap kitab suci al-Qur’an, dan sifat totalitas pemikirannya yang dibentuk dan diarahkan oleh filsafat tersebut. Madjid dalam membedah suatu persoalan real yang dihadapi umat Islam berdasar atas keyakinan yang kukuh bahwa al-Qur’an adalah dokumen wahyu yang rasional yang dapat dipahami secara rasional pula.
Menurut Nurcholis Madjid, rasionalitas merupakan sesuatu yang sangat penting dalam melakukan sebuah ijtihad, dimana ijtihad adalah kunci bagi umat Islam untuk menata diri dan berkembang lebih maju dalam menjawab persoalan dinamika zaman. Fokus ijtihad Madjid diarahkan dan diterapkan dalam pola pembaharuan pemikiran Islam.
1. Gagasan Pembaharuan Pendidikan Islam
Gagasan pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia adalah berangkat dari sistem pendidikan tradisional dan modern. Sistem pendidikan Islam tradisional tergolong memiliki muatan edukasi yang konservatif. Menurut Nurcholish Madjid kultur tidak memberi kebebasan berfikir yang berakibat pada kurangnya kemampuan seseorang dalam mengimbangi dan menguasai kehidupan global bahkan memberi respon. Konservatisme dunia pendidikan tradisional menurut Masdar F. Mas’udi terletak pada cara memahami dalam mengamalkan al-Qur’an dan as-sunnah.
Berbicara tentang Pembaharuan Pemikiran Islam Nurcholish Madjid yang dilakukan sejak tanggal 2 Januari 1970 dengan makalah “Keharusan Pembaharuan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat” sampai dengan tanggal 21 Oktober 1992 dengan makalah “Beberapa Renungan Tentang Kehidupan Keagamaan di Indonesia untuk Generasi Mendatang” secara esensial berintikan dua masalah yaitu: sekularisasi dan mistikisasi.
Madjid mengalami perubahan paradigma berpikir setelah kunjungan pertama ke negeri paman Sam (Amerika). Menurut Kamal Hasan, kunjungannya adalah sebagai babak pergeserannya dari langkah awal yang menjanjikan menuju era memasuki dunia sekularisme.
Simpul pemikiran Nurcholis adalah monoteisme radikal dan kemodernan. Variannya antara lain gagasan tentang sekularisasi serta inklusivisme dan universalisme Islam. Sekularisasi versi Nurcholish adalah menduniawikan nilai-nilai yang semestinya bersifat duniawi dan melepaskan umat Islam dari kecenderungan mengakhiratkannya. Gagasan inklusivisme dan universalisme Islam dalam pendapat Nurcholish bahwa Islam tidak identik dengan ideologi. Sedang gagasan kemodernan tearartikulasikan lewat jargon “modernisasi adalah rasionalisasi, bukan westernisasi.”
2. Konsep Pendidikan Nurcholis Madjid
Dalam proses perkembangan pemikiran Islam lebih lanjut, orientasi pemikiran yang berat kesufian mendapatkan tantangan. Lebih-lebih setelah kaum Muslim Indonesia, berkat kapal-kapal moderen yang dijalankan dengan mesin uap, semakin mudah dan semakin banyak pergi ke Tanah Suci, maka kontak dengan kalangan dari paham dan pemikiran Islam yang lebih ‘murni’ ke arah syariat semakin kuat. Ini menimbulkan gelombang gerak pemikiran yang lebih berat ke arah syari’at atau fiqh, serta berbahasa Arab, kemudian melembaga dalam sistem dan kurikulum pendidikan dunia pesantren.
Menurut Nurcholish Madjid sistem Pendidikan Islam yang ideal adalah sistem pendidikan yang dapat membentuk pola pikir liberal yaitu intelektualisme yang dapat mengantarkan manusia kepada dua tadensi yang sangat erat hubungannya, yaitu melepaskan diri dari nilai-nilai tradisional dan mencari nilai-nilai yang berorientasi ke masa depan yang berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Memiliki tujuan dakwah yaitu menyebarkan moral keagamaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kata lain memiliki peran tradisional dan moderen. Peran tradisional (1) sebagai transmisi dan transformasi ilmu-ilmu Islam; (2) Pemeliharaan tradisi Islam dan; (3) sebagai reproduksi ulma’. Sedangkan peran moderen yaitu sebagai pusat pelayanan masyarakat seperti penyuluhan kesehatan dan lingkungan dengan pendekatan keagamaan, pusat pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat, menciptakan sumber daya manusia yang professional dan pemberdayaan sosial ekonomi. Memiliki visi yang dapat menjawab persoalan zaman dan memiliki pandangan dunia yang universal berdasar atas Qur’an dan Hadis.
Konsep pembaharuan Pendidikan Islam yang digagas Nurcholish Madjid secara garis besar meliputi gagasan sekularisasi, kebebasan intelektual dan sikap terbuka terhadap ide yang baru. Sekularisasi dalam pengertian Madjid adalah proses pemahaman rasional untuk mendominasikan nilai-nilai yang bersifat duniawi. Kebebasan intelektual yaitu ukuran untuk melakukan ijtihad dalam pembaharuan dengan langkah-langkah metodologis.
D. Implikasi-implikasi dalam Pendidikan Islam
Pemikiran Nurcholish Madjid sangat banyak memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan. Adapun implikasi bagi dunia pendidikan diantaranya:
1. pendidikan merupakan proses menuju tingkat kesempurnaan, yaitu individu yang dicapai tingkat keimanan dan keilmuan yang menjadi kesadaran hidup dalam masyarakat.
2. Memiliki paradigma etik dan moral, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah sebagaimana yang terkandung dalam teks al-Qur’an (Q.S. al-Ahzab: 21)
Artinya: “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
3. Pengembangan potensi (fitrah) manusia, karena manusia dalam bentuk sebaik-baik makhluk Tuhan.
Daftar Pustaka
Adian Husaini, (2005), Nurcholish Madjid: Kontraversi Kematian dan Pemikirannya, Jakarta: Khairul Bayan Press
Greg Borden, (1999), Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neomodernisme Nurcholis Madjid, Djohan Efendi, Ahmad Walib, dan Abdurrahman Wahid, Jakarta: Paramadina Pustaka Antara
Komaruddin Hidayat, (1998), Tragedi Raja Midas: Moralitas Agama dan Krisis Modernisme, Yogyakarta: Paramadina
M. Dawam Raharjo, (1987), Pergulatan Dunia Pesantren, Jakarta: P3M
Muhaimin dan Abdul Mujib, (1993), Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalisasinya, Bandung: Trigenda Karya
Nurcholis Madjid dkk, (1990), HMI Menjawab Tantangan Zaman, Jakarta: PT. Gunung Kalbu
Nurcholis Madjid, (1992), Islam Dokrin dan Peradaban, Jakarta: Wakaf Paramadina


No Response to "Pembaharuan Pendidikan Islam"
Posting Komentar